[13 Kemungkinan] Nyeri Haid Tapi Tidak Keluar Darah - Nyeri Haid

[13 Kemungkinan] Nyeri Haid Tapi Tidak Keluar Darah

Kram dan nyeri haid umumnya di rasakan menjelang haid bun ya, dan biasanya juga disertai dengan pendarahan saat haid.

Tapi ada beberapa jenis kram dan nyeri yang memang tidak disertai dengan pendarahan.

Jika kram saat haid disebabkan oleh kontraksi otot rahim dalam rangka pembersihan rahim,

Kram tanpa pendarahan bisa berarti ada masalah lain didalam organ reproduksi kita.

Nah, berikut ini bun beberapa "kemungkinan" yang terjadi jika anda mengalami Nyeri Haid Tapi Tidak Keluar Darah.

Sebagai catatan, ini "hanyalah" kemungkinan saja bun ya, bukan sebuah diagnosa, jadi untuk memastikan anda harus ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.

1. AWAL KEHAMILAN / TRIMESTER PERTAMA


Saat kehamilan anda telah berjalan, rahim anda akan membesar dan melar serta menebal untuk menampung janin yang berkembang.

Dan akibat dari hal ini anda akan mengalami kram dan nyeri.

Hal ini umumnya terjadi di trimester pertama kehamilan, kisaran minggu ke 5 - minggu ke 6 masa kehamilan.

Jika anda masih belum tahu bahwa anda sedang hamil, maka tanda nyeri dan kram ini bisa jadi salah satu tanda.

Nyeri awal kehamilan mungkin akan mirip dengan nyeri saat haid seperti nyeri tusukan di bagian samping perut.

Terkadang, juga dapat disertai ngeflek.

2. OVULASI


terkadang kram dan nyeri tanpa keluar pendarahan saat ovulasi tidak sesakit seperti saat hamil.

Beberapa wanita mengalami kram dan nyeri di salah satu pinggang sebelum, saat dan selama telur dilepaskan dari ovarium.

Posisi rasa nyeri dan sakitnya tergangtung dari letak ovarium yang melepaskan sel telur ini.

Proses ini disebut dengan ovulasi.

Dan nyeri ovulasi ini, dalam dunia medis disebut dengan "Mittelschmerz".

kram dan nyeri ovulasi umumnya tidak menyebabkan masalah, kecuali tentu saja jika sakitnya sangat parah ( yang mana sangat jarang terjadi )

Rasa sakit di pinggangnya berganti-ganti tergantung dari posisi ovarium yang melepaskan telurnya, dan akan berganti setiap bulan.

Intensitas kram dan nyerinya juga berbeda-beda pada tiap orang bun ya.

Ada yang sedikit, atau bahkan ada yang sakitnya lumayan.

Kram dan nyeri ini umumnya hanya berlangsung "beberapa menit" sampai "beberapa jam" saja, tetapi dapat berlangsung selama 1-2 harian.

3. KEGUGURAN
Hilangnya bayi yang belum lahir setelah minggu ke 20 disebut dengan keguguran.

Nyeri perut dan kram adalah salah satu tandanya juga.

Kram dan nyerinya akan terasa ringan seperti nyeri haid bisa, dengan rasa berat pada paha dan perut bagian bawah,

Dan meningkat menjadi kram yang sangat sakit disertai pendarahan.

Meski pendarahan adalah salah satu tanda keguguran, jika pendarahannya tidak banyak, maka sering di salah artikan sebagai flek awal kehamilan.

Perlu diketahui bahwa nyeri yang ringan seperti nyeri haid saat sedang hamil adalah hal yang normal.

Tetapi jika rasa nyerinya lama dan semakin lama semakin sakit, segera kunjungi dokter anda.

4. ENDOMETRIOSIS

Endometriosis bun, adalah kondisi dimana endometrium atau lapisan dinding rahim tumbuh keluar.

Jaringan ini umumnya tumbuh didalam ovarium, saluran tuba, dan permukaan rahim.

Hormon kewanitaan tidak mengenali apakah jaringan ini berada didalam atau diluar rahim, sehingga memperlakukannya sebagai jaringan rahim normal.

Akibatnya, anda akan mengalami kram yang nyeri.

Kram dan nyeri karena endometrium ini dapat terjadi kapan saja setiap bulan, selama jaringan ini tumbuh.

Kelainan ini dapat menghambat siklus haid anda, meningkatkan aliran darah, dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Nyeri dan kram dapat dirasakan di perut bagian bawah, belakang, dan daerah pinggang.

Endometriosis bun, adalah salah satu penyebab ketidaksuburan.

5. PERIMENOPAUSE

Menopause bun, adalah berhentinya proses menstruasi pada wanita, menandakan berakhirnya siklus kesuburannya.

Hal ini terjadi umumnya pada wanita dikisaran usia 40 - 51 tahunn.

Pada fase menuju menopause yang disebut dengan "fase perimenopause", banyak wanita mengalami haid yang tidak teratur atau bahkan haidnya terhenti selama beberapa bulan.

Dibulan dimana mereka tidak mengalami haid, beberapa wanita tetap merasakan kram dan nyeri seperti saat sedang menstruasi seperti biasa.

Libido menurun, kurang tidur, berkeringat di malam hari, dan penambahan berat badan, terkadang menyertai rasa nyeri dan kram tersebut.

6. PENYEMPITAN PADA SERVIK

Jika anda pernah menggalami operasi pada servik sebelumnya, atau pernah mengalami trauma pada servik,

Rasa nyeri dan kram yang anda rasakan saat haid, dapat pula disebabkan oleh stenosis atau penyempitan pada servik.

Pada kondisi ini, lubang pada servik menyempit pada keadaan dimana darah haid akan terbendung dan tidak bisa keluar.

Ini akan menyebabkan rasa nyeri yang tidak disertai dengan pendarahan.

Pada keadaan lain, haid tetap teratur, hanya disertai sedikit pendarahan atau flek saja.

7. KISTA OVARIUM

Gelembung berisi cairan yang terbentuk pada ovarium disebut dengan kista ovarium.

Kantung cairan ini dapat terbentuk lewat 2 kasus:

Saat sel telur tidak dilepaskan dari folikel
Saat folikel tidak mengempis setelah melepaskan sel telur

Kista ovarium dapat menyebabkan nyeri yang tajam dibawah samping area pusar dimana letak kista ovariumnya berada, atau rasa sakit di bagian belakang dan area paha.

Jika kistanya menyebabkan ovarium berputar atau berubah posisinya ( disebut ovarian torsion), rasa nyerinya dapat disertai dengan mual dan muntah.

8. KANKER OVARIUM

Kanker ovarium dapat menyebabkan nyeri perut dan pinggan disertai dengan rasa sakit pada kaki dan pinggang bagian belakang.

Rasanya bisa sedang pada awalnya, namun akan meningkat rasa sakitnya seiring waktu, mirip dengan rasa sakit saat konstipasi atau susah BAB atau susah kentut.

Pada beberapa kasus, dapat disertai ngeflek ringan juga, dan dapat terjadi kapan saja setiap bulan.

Akan terasa ada tekanan dan rasa berat pada perut bagian bawah, dimana rasanya tidak akan hilang atau menurun.

Gejala yang menyertai diantaranya perut berkeringat, konstipasi atau susah bab, terasa kenyang meski makan sedikit, dan sering pipis.

Namun jangan langsung takut anda terkena kanker ovarium HANYA karena anda merasakan gejala diatas bun ya,

Karena gejala diatas juga masih umum.

9. IRRITABLE BOWEL SYNDROME


Irritable bowel syndrome (IBS) adalah gangguan jangka panjang pada sistem pencernaan yang umum terjadi. Penyakit ini menyerang usus besar untuk jangka waktu yang lama, dengan gejala yang kambuh dari waktu ke waktu.

Jika anda menderita irritable bowel syndrome ini, anda akan mengalami kram dari waktu ke waktu setiap bulan.

Kelainan organ pencernaan ini menyebabkan rasa sakit dan kembung di dalam perut, disertai dengan konstipasi atau susah BAB dan atau diare selama setidaknya 2 sampai 10 bulan.

Anda akan merasakan rasa sakit yang tajam diarea perut setiap kali anda hendak buang air besar, atau setiap saat anda merasa susah BAB.

Rasa nyerinya akan berkurang setelah anda BAB, tapi akan semakin parah saat anda menstruasi.

10. INFLAMATPRY BOWEL DISEASE

Inflammatory bowel disease adalah saat dimana saluran pencernaan anda mengalami peradangan.

2 tipe umum dari masalah ini adalah Crohn’s disease dan ulcerative colitis.

Meski Crohn’s disease menyerang semua organ pencernaan, ulcerative colitis hanya akan menyerang organ pencernaan yang lebih besar.

Kram dan rasa nyerinya akan meningkat di bagian kri bawah, kanan bawah, atau bagian tengah perut, tergantung dimana lokasi peradangan terjadi.

11. NYERI RADANG PANGGUL


Nyeri radang panggul atau Pelvic inflammatory disease (PID) bun, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Bahkan juga dapat disebabkan oleh bakteri yang ada didalam missV.

Infeksi ini dapat menginfeksi rahim, ovarium, tuba falopi dan servik.

Kram dan nyeri pada bagian bawah perut adalah ciri umum dari masalah ini.

Kram dan nyeri dapat terasa kapan saja setiap bulan, tidak hanya di sekitar tgl haid anda.

Rasa sakit saat berhubungan intim, saat buang air kecil adalah beberapa tanda masalah ini.

Nyeri radang panggul yang tidak segera diatas dapat menyebabkan ketidaksuburan, kehamilan ektopik, dan rasa sakit pada perut yang tidak pernah hilang.

12. APPENDICITIS

Ini adalah salah satu nyeri perut yang banyak diketahui.

Appendix bun adalah sebuah organ kecil yang berada dibagian kanan bawah perut, diantara usus besar dan usus kecil.

Peradangan pada organ ini disebut dengan APPENDICITIS.

Kram dan nyeri yang dirasakan biasanya berada disekitar pusar, dan dapat terasa lalu menghilang dalam beberapa jam.

Rasa nyerinya akan terpusat pada bagian kanan bawah perut dan akan terasa semakin konstan.

Rasa sakit ini dapat dengan cepat meningkat dan menjadi sangat menyakitkan, yang membutuhkan perawatan medis dengan segera.

13. AUTOIMMUNE OOPHORITIS

Autoimmune oophoritis bun adalah sebuah kejadian langka dimana sistem immun tubuh menyerang ovarium, karena tidak mengenali ovarium dan menganggap ovarium sebagai benda asing.

Hormon kewanitaan dan kesuburan yang diproduksi oleh ovarium, otomatis akan terkena dampaknya dan terhenti, menyebabkan ovarium berhenti beroperasi dan mengecil.

Hal ini menyebabkan nyeri perut dan kram yang berlebihan serta haid tidak teratur atau bahkan haid yang terhenti.

Seseorang dapat menjadi tidak subur karena hal ini.


YANG PERLU DICATAT BUN, 

Ke 13 hal diatas, adalah "kemungkinan" saja ya bun, jadi bukan berarti jika anda merasakan satu atau dua gejalanya, anda berarti menderita penyakit ini.

Tidak, bukan begitu.

Tujuan dari artikel ini adalah memberi gambaran tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat terjadi, bila anda mengalami nyeri haid tapi tidak keluar darah.

Dengan begitu, anda dapat mengantisipasi apa yang anda alami, dan melakukan cek ke dokter untuk mendapatkan informasi masalah yang sebenarnya =)

Jadi, selalu dan selalu pastikan ke dokter bun ya, jangan mengambil kesimpulan HANYA dari apa kata orang atau apa kata artikel yang anda baca di google.

Baca juga cara saya mengatasi nyeri haid dengan beberapa cara disini.